ACHMAD MAIMUN

SALING BERSILATURRAHMI DAN MENASEHATI

  • Imam al-Gazali yang dikenal sebagai hujjatul Islam, pernah membahas tentang apakah akhlaq manusia bisa berubah Misalnya dari yang berakhlaq mazmumah menjadi berakhlak karimah atau sebaliknya. Menurut beliau akhlaq manusia itu bisa berubah dari yang baik menjadi buruk atau sebaliknya. Berkenaan dengan hal itu, Hujjatul Islam Imam Gazali menjelaskan bahwa manusia dilihat dari bisa atau tidaknya diupayakan untuk berubah dari tidak baik menjadi baik, menjadi beberapa jenis manusia. Ringkasannya kurang lebih sebagai berikut:
    1. جاهل orang bodoh. Yakni Manusia yang lalai, yang tidak tahu akan hal baik dan buruk, yang haq dan yang batil. Manusia tipe pertama ini masih sangat mungkin untuk bias menjadi baik. Karena kejelekan dan ketersesatannya hanya karena ketidaktahuannya saja.
    الانسن الغفل الذي لا يعرف الحق من الباطل والجمميل من القابح
    2. جاهل و ضال orang jahil atau bodoh dan tersesat. Yakni manusia yang mengetahui baik dan buruk, hak dan batal akan tetapi tidak membiasakan diri dengan perbuatan baik, justru membiasakan diri dengan perbuatan jelek. Tipe ini juga masih dimungkinkan untuk berubah, meskipun lebih sulit dari yang pertama.
    الانسان الذي قد عرف القابح ولكنه لم يتعود العمل الصالح
    3. جاهل ضال فاسق, jahil atua bodoh, dhal atau tersesat dan fasik atau rusak. Yakni manusia yang memiliki keyakinan bahwa bahwa yang jelek itu sebagai sesuatu yang benar dan baik. Tipe ketiga ini tidak banyak diharapkan perubahannya menjadi baik.
    الانسان الذي يعتقد ان القبيح حق وجميل
    4. جاهل ضال فاسق وشرير . Jahil, dhal, fasiq dan syarir, yakni bodoh, tersesat, rusak dan jelek sekali. Yakni Manusia yang memandang bahwa kejelekan yang dilakukan itu bukan hanya dipandang baik akan tetapi kejelekan yang dilakukannya itu justru akan menjadikannya terhormat. Tipe keempat ini bisa dikatakan tidak akan berubah, karena sudah saking kronisnya keadaan jiwanya, maksiat dan kejelekan menurut ajaran Islam justru sudah dianggap hal yang menjadikannya mulia.
    Barangkali orang-orang yang meyakini bahwa Lesbian, Gay, Bisex dan Transjender (LGBT) adalah hak manusia yang perlu diperjuangkan dan dibela, dan tidak perlu didiskriminasikan adalah masuk kelompok ke empat ini. Para pelakunya atau orang-orang yang sepaham dengan para pelakunya itu, dapat dikategorikan sebagai orang-orang dikelompk keempat ini. Kelompok ini sudah sulit sekali untuk berubah pemikiran dan keyakinannya. Karena itu menghadapi orang dengan model keyakinan semacam itu, tidak perlu berdebat dan dialog karena tidak akan ada perubahan.
    Terakhir, harapannya semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi siding pembaca dan menjadi amal bagi penulis. Silakan mengutip tulisan saya jika diperlukan, agar lebih banyak memberikan manfaat.

    No Comments
  • Satu hal penting yang menjadikan amal kita diterima oleh Allah adalah ikhlas. Ikhlas itu suatu keadaan jiwa kita yang tidak bisa diketahui oleh siapa saja kecuali oleh diri kita sendiri dan Allah swt. Kalau pun ada orang yang mengatakan bahwa ada seseorang yang tampak ikhlas dan ada yang lainnya tammpak tidak ikhlas, itu hanya gejala-gejala dan perilaku yang dapat diamati saja, atau gejala lahiriyahnya saja. Akan tetapi hakikatnya tidak ada yang tahu hakikat keikhlasan orang lain yang tahu adalah diri kita sendiri dan Allah saja. Untuk mengidentifikasi apakah kita ini termasuk orang yang ikhlas atau tidak, para ulama memberikan penjelasan tentang indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengenali apakah kita ini ikhlas atau tidak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
    ان يكون عملك في السر كما في العلانية
    عدم ازدياد العمل بالثناء وعدم نقصانه بالذم
    حينما تكون مخلصا فعملك الذي يرفع الي الله يعود ثوابه سكينة في قلبك
    Maksudnya:
    Jika kamu beramal ketika sendirian sama dengan ketika di hadapan banyak orang
    Ketika kamu dipuji karena amal kebaikanmu, maka hal itu tidak menambah giat dalam beramal, demikian pula ketika dicela, celaan itu tidak akan mengurangi amalan kamu
    Ketika kamu menjadi seorang yang ikhlas maka amal kamu akan dinaikkan kepada Allah, dan pahalanya akan kembali kepadamu menjadi sebuah ketenangan di dalam kalbu.

    Ketiga indikator di atas cukup kita jadikan tolok ukur apakah kita sebagai orang yang mukhlis atau sebaliknya, ahlur riya’. Semoga bermanfaat, dan bagi yang akan mengutip dipersilakan.

    No Comments